09 /Mei 2015

Sejarah Kemeja Flanel

Sejarah Kemeja Flanel

Flannel shirts will never die.

Kemeja flanel merupakan style yang abadi atau bisa dibilang trend yang tiada hentinya dari zaman ke zaman bro. Cocok untuk dikombinasikan dengan jeans dan sneakers atau sepatu boots. Atau dipakai sebagai luaran, dipadukan dengan t-shirt di bagian dalamnya.

Kemeja flanel identik dengan para pekerja keras yang turun langsung di lapangan. Dipakai oleh orang-orang yang berada di garis depan dan bersentuhan langsung dengan objek pekerjaan di lapangan. Hal ini tidak lepas dari asal-usul ditemukannya pakaian berbahan flanel ini.

Kemeja flanel memiliki rekam jejak yang panjang dan menarik. Kata flanel berasal dari bahasa Wales, yaitu gwlanen, yang artinya “bahan wol”.

Menurut sejarah yang ane googling di mbah google , flanel tercatat ditemukan pada awal abad ke-16 di Wales, dengan sebutan flannelette. Pada saat itu para petani memakai pakaian hangat yang agak tebal untuk melindungi diri mereka dari cuaca dingin dan rerantingan pohon.

Di Perancis, istilah flanelle dipakai di akhir abad ke-17. Dan pada awal abad ke-18, di Jerman menyebutnya flanell. Dalam bahasa Inggris ditulis dengan  flannel.

Awalnya flanel diproduksi secara tradisional dan rumahan. Dibuat dari benang wol yang di-garuk pada proses finishing-nya.

 

KEMEJA FLANEL SURFING

Di abad ke-18, sejalan dengan adanya Revolusi Industri, terjadi perubahan besar-besaran di dalam praktisi industri. Flanel mulai di produksi secara massal dan menjadi produk pabrikasi.

Mengikuti perkembangan jaman, dan mempertimbangkan biaya bahan baku yang tinggi, bahan wol lambat laun mulai digantikan dengan serat kapas (cotton), campuran sutera, dan serat sintetis.

Pada tahun 1889, seorang asal Michigan, Amerika Serikat, yaitu Hamilton Carhatt (1855-1937) mendirikan perusahaan yang dinamakan Carhatt. Carhatt mengklaim sebagai yang pertama kali menemukan kemeja berbahan flanel, termasuk motif kotak-kotak yang terinspirasi dari Kilt, pakaian tradisional Skotlandia.

Carhatt berusaha untuk menciptakan pakaian tahan banting, yang nyaman dipakai, namun tetap berkarakter, untuk para pekerja lapangan yang aktif. Pada awalnya mereka membuat pakaian flanel ini untuk para engineers yang bekerja di jalur kereta api.

kemeja flanel surfing

Pada awal abad ke-20, flanel tidak hanya diproduksi untuk cuaca dingin, tetapi mulai disesuaikan dengan musim-musim yang ada. Dengan memaksimalkan pencampuran kapas (cotton) dengan sutera, flanel kini menjadi lebih tipis dan ringan. Sehingga kemeja flanel dapat digunakan di cuaca yang hangat.

Di abad yang sama, flanel masuk ke Amerika Utara. Flanel dengan motif kotak-kotak diidentikkan dengan para pekerja kasar, pekerja lapangan, terutama petani, gembala, pekerja tambang, penebang pohon, dan mereka yang bekerja di luar ruangan. Daya tahan dari bahan flanel, kemudahannya untuk dicuci, dan juga kehangatannya, memungkinkan mereka bebas bergerak dan bekerja dalam jangka waktu yang lama di dalam suhu yang dingin. Sejak saat itu, para penebang pohon identik dengan kemeja flanel dan sepasang sepatu boots.

 

 

sejarah kemeja flanel

Pada saat Perang Dunia I pecah di tahun 1914, flanel digunakan sebagai seragam dan selimut di medan pertempuran. Dan juga digunakan sebagai bahan alternatif pengganti perban di rumah sakit. Dan ketika perang berakhir, dunia berubah. Perbedaan antar-kelas di masyarakat menjadi bias. Selama Great Depression yang datang mengikuti Perang Dunia, kemeja flanel yang pada mulanya identik dengan kalangan kelas bawah, lambat laun naik kasta dan menjadi milik seluruh lapisan sosial. Pada masa ini pula, kemeja flanel diidentikkan dengan kelaki-lakian.

Pada tahun 1939, Red Flannel Day mulai dilaksanakan secara rutin di Cedar Springs, Michigan, setelah kota tersebut menjadi terkenal di seluruh negeri karena memproduksi sweater berbahan flanel warna merah. Kota ini masih merayakan Red Flannel Festival sampai sekarang, jatuh pada weekend terakhir di bulan September dan weekend pertama di bulan Oktober.

Pada tahun 1963, The Beach Boys kembali membuat kemeja flanel ini terkenal, setelah mereka berpose mengenakan kemeja flanel sambil mengangkat papan luncur untuk cover album mereka, “Surfer Girl”.

 

beach boy kemeja flanel

Di awal 1990-an, group band asal Seattle, Nirvana (yang di motori oleh Kurt Cobain) dan Pearl Jam mempopulerkan kembali kemeja flanel dengan motif kotak-kotak. Masa keemasan grunge saat itu ditandai dengan perubahan pola berpakaian di kalangan anak-anak muda. Tidak ada lagi jaket kulit yang sempat berjaya oleh kalangan glam rock. Trend beralih, mereka beramai-ramai mengenakan kombinasi kemeja flanel, jeans, dan sepatu boots juga sneakers.

kemeja flanel kurt cobain

Source: Sumber

 

 

Berikut Artikel dan Deskripsi kemeja Flanel surfing skate yang disajikan oleh Distrosurfskate.com :

img-1446914417.JPG
 
 img-1446914453.JPG
 
 
img-1446914476.JPG



img-1446914551.JPG



img-1446914798.JPG

img-1446914833.JPG


- Pict Original Photo
- Bahan flanel (tebal halus dan tidak berbulu bukan acrilic)
- Size M,L,XL
- Accesories full kumplit like ori



Chart

M : Lebar 50 cm X Tinggi 70 CM
L : Lebar 52 cm x Tinggi 73 CM
XL : Lebar 54 cm x Tinggi 76 CM

HARGA :

RETAIL / RESELLER : Rp. 100.000/pcs

1 LUSIN                   :  Rp. 90.000/pcs

2 LUSIN                   : Rp. 85.000/pcs


INFO DAN PEMESANAN :

* Silahkan invite salah satu Admin :


[ADM 2]
PIN : 528C82EC | HP : 0822 4370 3750


[ADM 1]
PIN : 5AA16D9D | HP : 0896 5325 1314


[ADM 3]
PIN : 53E49ED4


Demikian seputar artikel tentang sejarah kemeja flanel , semoga bermanfaat ^_^

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Facebook

Twitter